
SELATPANJANG – Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menggelar rapat koordinasi sekaligus expose dalam rangka pengumpulan data primer dan sekunder untuk penyusunan Detail Engineering Design (DED) Pelabuhan Laut Selatpanjang, Senin (1/9/2025). Kegiatan berlangsung di ruang rapat Dinas PUPR lantai 2, Jalan Johari Dagang, Selatpanjang, dipimpin langsung Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, SM., M.M.
Materi expose juga menyoroti sejumlah isu penting, di antaranya:
Kondisi kegempaan di wilayah Selatpanjang, berdasarkan data 100 tahun terakhir (1925–2025). Gempa terbesar tercatat pada 28 Juni 1926 dengan magnitudo 6,5 SR.
Identifikasi batas area yang menunjukkan kebutuhan lahan sepanjang 80 meter dengan lebar minimal 15 meter untuk akses jalan menuju pelabuhan.
Permasalahan legalitas lahan dan kebutuhan dokumen kelengkapan konstruksi seperti studi lingkungan, serta dokumen persetujuan pemanfaatan ruang laut.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait diminta mempercepat penyelesaian masalah legalitas lahan, peningkatan akses jalan masuk, serta melengkapi dokumen teknis sesuai pedoman Kementerian Perhubungan agar rencana pembangunan pelabuhan dapat segera terealisasi.
Dengan adanya pembangunan Pelabuhan Laut Selatpanjang, diharapkan konektivitas maritim di Kepulauan Meranti semakin baik, distribusi logistik lebih lancar, serta membuka peluang besar bagi peningkatan ekonomi masyarakat.
#KementerianATRBPN
#MelayaniProfesionalTerpercaya
#MajuDanModern
#MenujuPelayananKelasDunia
